Mediastinitis – Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Yang Perlu Anda Tahu

Health
Penyakit Mediastinitis (Halfpoint/Shutterstock)

sumber gambar: klikdokter.com

Mediastinitis menurut klikdokter.com memiliki pengertian sebagai peradangan di bagian mediastinum tubuh. Khususnya peradangan akibat infeksi. Jika anda yang masih belum paham apa itu mediastinum, bagian ini merupakan rongga dada, yang berisi kelenjar timus, kelenjar getah bening, jantung, trakea, kerongkongan, kelenjar paratiroid, aorta, esofagus, dan tiroid. mediastinitis adalah suatu kondisi yang dapat dialami oleh orang yang sudah melakukan prosedur pembedahan kardiotoraks atau intervensi lainnya. Jadi penyakit ini akan jarang dialami oleh orang yang tidak melakukan pembedahan tersebut. Selain itu, bagi anda yang pernah melakukan transplantasi jantung harus berhati-hati karena memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami penyakit ini. Pasti banyak yang bertanya, seberapa bahaya penyakit ini? untuk menjawabnya anda dapat melihat presentase angka kematian dari penyakit ini, yaitu mencapai 11 – 67% dengan syarat terdapat komorbiditas. Oleh karena itu, mengingat peluang kematian tinggi sebaiknya kenali penyakit ini dengan cepat dan lakukan penyembuhan.

Sebelum anda berkonsultasi dan mengeluhkan kesehatan anda, penting bagi anda untuk mengenali gejalanya agar dapat menyimpulkan apa itu mediastinitis. Mengkutip laman health.detik.com, biasanya penderita mengalami malaise, demam, sesak nafas, menggigil, batuk darah, dan nyeri dada yang menjalar ke punggung atau leher. Apabila penyakit ini disebabkan oleh infeksi descending maka anda akan merasa nyeri pada leher, disorientasi atau kebingungan, adanya luka tulang dada (sternum) yang terinfeksi, dan leher mengalami pembengkakan. Jika anda memang merasa menderita mendiastinitis maka dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Pemeriksaan untuk diagnosis mediastinitis adalah dokter akan melakukan pencitraan berupa pengecekan leher dan dada menggunakan CT-Scan dan sinar X. Selain itu, pasien akan melakukan pemeriksaan laboratorium sesui lokasi sumber infeksi untuk pengecekan inflamasi (laju endap darah, sel darah putih, dan c-reactive protein), swab, dan kultur darah.

Sebenarnya, penyakit ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu mediastinitis kronis dan akut. Perbedaan keduanya terletak pada waktu terjadinya. Mediastinitis kronis akan merenggut secara perlahan sebab adanya infeksi atau iritasi jangka panjang yang mana memerlukan waktu lama untuk sembuh. Adapun mediastinistis akut terjadi secara mendadak. Penyebab utama mediastinitis adalah adanya infeksi pada beberapa tempat, antara lain lokasinya sebagai berikut.

  1. Reaksi Fibrotik

Reaksi ini jarang terjadi pada penyakit granulomatosa, seperti pada histoplasmosis. Adanya kasus ini mengakibatkan penyakit fibrosing mediastinitis.

  1. Struktur Dalam Mediastinum

Struktur dalam mediastinum berupa trauma tumpul dalam abdomen atau dada dan rupture esofagus. Penyakit granulomatosa, contohnya adanya tuberkulosis pada bagian kelenjar getah bening mediastium. Ataupun lokasi lain yaitu adanya infeksi secara langsung ke mediastinum dari paru-paru.

  1. Infeksi Pada Area Orofaring

Infeksi ini dapat anda sebut sebagai descending necrotizing mediastinitis. Infeksi ini dapat bersumber dari sialadenitis, faringitis, abses dental, abses parafaringeal, abses peritonsilar, otitis media, tonsillitis, atau sinusitis. Selain itu, infeksi dapat terjadi setelah melakukan pembedahan leher dan kepala 

Faktor risiko yang terjadi oleh pasien mediastinitis adalah memiliki riwayat penyakit diabetes dan immunocompromised atau pemakai narkoba. Umumnya menyerang pasien berjenis laku-laki, dan berusia paruh baya. Pengobatan yang dilakukan pada pasien disesuaikan dengan hasil diagnosis oleh dokter. Nantinya pasien akan diberikan antibiotik spektrum luas sesuai dengan penyebab penyakit ini. Ada beberapa kasus yang mana membutuhkan terapi pembedahan untuk proses pemulihan. Contohnya kasus drainase dari pus, debridement jaringan nekrotik, penutupan rupture asofagus, dan lain-lain. Berdasarkan artikel pada farmasi-id.com, pembedahan juga dilakukan ketika pembuluh darah, kerongkongan, atau kerongkongan tersumbat. Tujuannya untuk menghilangkan daerah yang mengalami peradangan. Ada beberapa kasus yang menghubungkan mediastinitis dengan operasi jantung.

Read More